Gus baha : hormati anak dan istrimu.. Kisah Nabi Ibrahim bapak tauhid
Asslamau'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Terimaksih sudah mampir.. 😁
Perbuatan dikategorikan menjadi dua hal:
1. Perbuatan baik
2. Perbuatan tercela (baca; tidak baik)
Perbuatan baik adalah perbuatan dimana lawan (orang lain) merasa senang atau bahagia. dan perbuatan tercela adalah perbuatan yang menimbulkan kerugian untuk lawan (orang lain).
Didalam ceramahnya Gus Baha "Orang yang mengucapkan "Lailaha illallah" itu haram hukumnya di bunuh. tentu dibunuh disini merupakan suatu bentuk kalimat yang bisa berarti sesungguhnya, atau bisa berarti pemaknaan dirugikan.
"Haram bagi seorang muslim atas muslim lainya : darahnya, hartanya, dan kehormatanya. Jika seseorang sudah islam, maka kamu haram (tidak boleh) menggambil hartanya, dan haram juga untuk melecehkan harga dirinya".
"Makanya, kamu tidak boleh berbicara ilmu tinggi didepan orang bodoh (kurang pintar) sampai membuatnya bengong (bingung). Rata-rata Ulama jika ketemu orang itu bergaya awam (orang dengan pengetahuain minim). Karena sekalinya ulama berbicara ilmu tinggi kepada orang awam, sama saja memperlihatkan lawan bicara terlihat bodoh (bingung). Ulama tingkat tinggi jika ketemu orang awam itu pembawaanya (cara berkomunikasi) dengan bercanda"
"Kamu tidak boleh membuat suasana dimana lawan bicaramu tanpak (keliatan) bodoh dan kamu terlihat lebih pintar, itu pelecehan". tambah Gus Baha.
"Juga karena lailaha illallah, kamu harus juga menghormati istri dan anak-anakmu. Kan ya lucu, Orang bersahadat (mengucap lailaha illallah) kamu hormati. Semantara Seseorang yang ditakdir menjadi Anakmu tidak kamu hormati. Karena Anak harus menghormat orang tua, berlaku juga untuk istrimu. Apes (Tidak beruntung) hanya karena dia menjadi Istrimu dan wajib menghormatimu, padahal kamu juga berhak menghormati dia karena telah mengucap sahadat (lailaha illallah). Itu yang salah kaprah, itu musibah" tutur Gus Baha.
"Kamu menghormati orang lain karena islam dan ke-salehanya, tapi disisi lain kamu tidak menghormati ke-salehan anak dan istrimu, karena nasibnya ada dibawahmu. Teori ini berkali-kali saya uji di Alquran dan Hadits, semua pola seperti itu. Oleh sebab itu kenapa Nabi Ismail kecil diajak Nabi Ibrahim membangun Kakbah dan diabadikan Alquran.
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
"Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah, yakni Kakbah yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam, bersama putranya, Ismail, seraya berdoa, “Ya Tuhan kami, terimalah amal saleh dan permohonan dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar permohonan hamba-hamba-Mu, Maha Mengetahui keadaan mereka.” Albaqarah ayat 127.
"Jadi hubungan Nabi Ibrahim sendiri dengan Anaknya (Nabi Ismail) disebut didalam Alquran :
وَجَعَلَهَا كَلِمَةًۢ بَاقِيَةً فِىۡ عَقِبِهٖ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ
"Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu)" Az-zukhruf ayat 28.
"Nabi Ibrahim membuat permohonan agar kalimar tauhid itu abadi hingga anak keturunanya. Itulah Sebabnya Nabi Ibrahim disebut Bapak Tauhid.
"Istrimu itu mempunyai dua status, yang memasukan kamu ke surga (tempatmu melakukan ibadah) dan sah kamu setubuhi (hubungan suami istri). dan yang tidak membuatmu zina juga istrimu, kenapa masih tidak kamu hormati? dan anakmu kelak adalah penerus kalimat tauhid. itulah yang saya pahami dari Alquran.".
Kalau sekarang banyak orang yang tidak memiliki Ayah Kiyai (punya pondok pesantren dan Ahli Ilmu Agama) tenang saja, nanti anda bisa memakai title keturunan Nabi Ibrahim", Jadi nanti ketika ditanya malaikat siapa ayahnya, jawab saja Nabi Ibrahim. Orang sealim saya (Gus Baha) kelak akan sama dengan orang awam, karena memakai title (status) Keturunan Nabi Ibrahim. Tutur Gus baha sambil tertawa.
Demikian saya cukupkan untuk artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menambah kealiman untuk kita semua. Alim itu artinya ber-ilmu, jadi semakin tahu (ilmu) maka semakin alim.
Terimaksih atas perhatianya.
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Posting Komentar untuk "Gus baha : hormati anak dan istrimu.. Kisah Nabi Ibrahim bapak tauhid"